Saat Kentut Tak Lagi Bisa Ditahan, Lepaskan Saja ‘Derita’nya

pizap-com14877368208121

liga99blog.wordpress.com – Kurang lebih begitu lah bunyi yang terdengar dari seorang perempuan tua di hadapan saya. Walau berdiri masih tegak, mendengar dan melihat masih dengan jelasnya, namun ada sesuatu yang ternyata sudah tak bisa lagi dikendalikannya. Ya, dia sering buang angin tanpa bisa ditahan lagi. Semakin berusaha menahan, justru semakin susah untuk menahan hajat yang satu ini. Wujud dari salah satu hasil proses penuaan alami yakni tak bisa menahan diri dan mengontrol buang angin atau kentut. Seolah si kentut punya kemauan sendiri dan semaunya meloloskan diri tanpa adanya peringatan dini.

Buang gas dari tubuh melalui lubang pelepasan atau kentut memang salah satu proses mekanisme tubuh yang menjaga volume kandungan gas di dalam tubuh. Proses ini diakibatkan oleh pembusukan makanan di dalam usus. Gas yang terkumpul harus dibuang agar tak membahayakan tubuh. Oleh karena itu justru menjadi wajar jika kentut itu menyehatkan. Menahannya adalah kekeliruan, termasuk alasan etika dan kesopanan. Kentut juga menjadi pertanda bahwa tubuh manusia yang selesai menjalani operasi telah berada pada kondisi normalnya setelah menjalani proses pembiusan berjam-jam.

Cerita lucu atau kisah konyol tentang seseorang yang berusaha menahan kentut memang sangat banyak didapati di seputar kita. Salah satunya kisah tentang seorang kawan di masa perkuliahan yang harus menanggung malu karena upayanya mengkamuflase kentut dalam sebuah sesi ujian semester. Upayanya cukup unik, dengan cara menendang meja di depannya sembari melepaskan angin yang harus dibuangnya. Diharapkan suara kayu yang berderak akan menutup suara kentut yang berbunyi bersamaan.

Namun yang terjadi di luar perkiraan dan perhitungan, karena kentutnya justru keluar sepersekian detik setelah suara keras meja yang ditendangnya. Suara kentut terdengar justru pada saat peserta ujian lainnya yang kaget oleh suara meja yang ditendang, menengok semua ke arahnya karena terkejut. “Braakkk!” Saat semua menengok kaget ke arahnya, barulah terdengar bunyi, “Duuuuutttt!!!” diikuti gelak tawa semua peserta ujian sambil menutupi hidung masing – masing. Gelak tawa panjang nmengiringinya tergopoh-gopoh, pamit keluar dengan alasan hendak ke toilet namun ternyata tak kembali lagi.

Suatu saat nanti, sebagian kita juga tak akan bisa menahan kentut saat usia menua dan menjadi lansia. Saat tubuh sudah tak mampu dikontrol dan dikendalikan semaunya, apalagi direkayasa dalam trik dan gaya. Proses penuaan alami dari raga setelah berpuluh-puluh tahun digunakan dalam berbagai aktivitas. Tubuh-tubuh yang lelah, lemah dan kehilangan daya kekuatannya. Hingga akhirnya nanti menyerah pasrah menanti saatnya berhenti berfungsi.

Sebelum semua kelunglaian itu terjadi, persiapkan diri untuk dibelaskasihani, lalu dibimbing, dituntun bahkan disuapi seperti bayi lagi. Masih mending jika itu terjadi karena berarti masih ada yang peduli. Karena kadang kondisi tua yang lemah justru jadi bahan gunjingan, ejekan dan bahkan jadi bahan tertawaan oleh mereka yang belum merasakan sendiri dan memaklumi keadaan seperti ini. Tak perlu takut, malu atau berkecil hati jika suatu saat kentut-kentut berlepasan sendiri tak terkendali, karena setidaknya walaupun sudab tua dan lemah, namun tubuh masih berupaya keras untuk tetap berfungsi menyehatkan diri.

Kentutlah dengan sengaja agar sehat, sebelum nanti kentut keluar sendiri setiap saat setiap waktu dan tak bisa ditahanlagi. Seperti seorang kawan perempuan lain yang berusaha menahan kentutnya saat duduk lesehan dalam sebuah pertemuan resmi di dinginnya malam hari. Di saat tiba gilirannya berpidato, justrunya kentut mengiringi pidatonya yang terbata – bata. Berbunyi kecil namun panjang keluar dari lubangnya. “Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit….tiiiiit…tiiiit…tit!”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s